**PMR Madya SMP Negeri 1 Cawas — Siamo Tutti Fratelli**
57 kaos katun combed 30s untuk anggota PMR Madya SMP Negeri 1 Cawas, menjelang lomba PMR tahun ini.
SMP Negeri 1 Cawas bukan sekolah sembarangan. Persaingan masuknya ketat — bahkan Betchak dan Danang, dua orang yang sekarang jadi bagian dari cerita Blumbang id, dulu tidak berhasil menembus sekolah ini. Jadi ketika anak-anak PMR dari sekolah ini datang membawa desain sendiri untuk kebutuhan
sablon Cawas, itu bukan sekadar pesanan seragam.
Dua teknik sablon dipakai di kaos yang sama, masing-masing untuk alasan yang berbeda. Bagian belakang — logo PMR berulang, tulisan "siamo tutti fratelli", motto "kami bermanfaat bagimu dan kami siap membantu" — pakai plastisol, karena desainnya sama untuk semua 56 anak dan perlu tahan lama meski dicuci berkali-kali sepanjang masa aktif jadi anggota. Bagian depan pakai DTF, karena satu hal yang tidak bisa dihindari: setiap anak punya nama sendiri. Plastisol butuh cetakan terpisah untuk tiap variasi teks — tidak masuk akal untuk 56 nama berbeda. DTF menyelesaikan itu tanpa perlu 56 kali bikin screen baru, meski lapisan filmnya sedikit lebih terasa di tangan dibanding plastisol yang menyatu ke serat kain.
Desainnya sendiri dari anak-anak PMR SMP Negeri 1 Cawas. Blumbang id hanya jembatan yang mewujudkannya jadi kaos yang bisa dipakai. Termasuk tagline dalam bahasa Italia itu — "siamo tutti fratelli", kita semua saudara — motto lama gerakan Palang Merah dunia, dipilih sendiri oleh anak-anak yang mungkin belum genap belasan tahun tapi sudah paham apa yang mereka bela.
Setiap kaos yang keluar dari Jeto ikut
sistem Living Garment — jejak perjalanannya sendiri, ke mana pun 56 anak PMR ini nanti membawanya. Proses serupa berjalan tiap hari lewat
sablon Klaten, dari workshop yang sama.
Cerita lain ada di
koleksi karya Blumbang id.
Bisa masuk SMPN 1 Cawas itu sudah beda level. Jadi anggota aktif PMR? Nggak perlu cari level lagi.
Ria — The Relentless blumbang.id