**PKK RW 01 Planggu — Bedo Rapopo, Penting Guyup**
65 tunik katun combed 24s untuk PKK RW 01 Planggu, Trucuk — desa tetangga langsung Gaden, tempat workshop Blumbang id berdiri.
Ini seragam rutin, bukan pesanan untuk acara besar. Tapi ada satu hal yang gampang luput: desain yang terlihat kuat di kain gelap, belum tentu terlihat sama menariknya di kain yang cerah. Referensi awal yang dibawa ibu-ibu PKK pakai background navy — kombinasi putih-birunya langsung terasa hidup. Begitu warna tunik ditentukan jadi orange bata, kontras itu hilang. Bukan karena desainnya buruk, tapi karena kontras di kain gelap dan kontras di kain cerah bekerja dengan cara yang berbeda sama sekali.
Dari situ lahir dua alternatif, keduanya usaha mencari kontras yang hilang itu. Satu versi ringan, ornamen dan tulisan nyaris tanpa outline. Satu lagi pakai outline biru tua di hampir semua elemen — bunga, daun, sampai tulisan "bedo rapopo penting guyup" — supaya detailnya tetap terbaca meski warna dasarnya sudah tidak segelap navy lagi. Ibu-ibu PKK yang akhirnya memilih versi outline biru tua, dan itu pilihan yang tepat: outline berfungsi seperti garis tepi yang menahan bentuk supaya tidak melebur ke background, terutama saat background dan warna isi sama-sama hangat seperti orange bata dan putih. Tanpa outline, detail sekecil kelopak bunga bisa hilang begitu dilihat dari jarak dua tiga meter — jarak biasa orang saling melihat saat berkumpul.
Posisi sablon juga bukan kebetulan. Dari awal, ibu-ibu PKK sendiri yang menentukan desain diletakkan di pojok kanan bawah, bukan di tengah — supaya saat tunik dikenakan bersama hijab dan bagian dada tertutup, desain tetap terlihat utuh, bukan hilang begitu saja. Sesuatu yang gampang terlewat kalau desain cuma dilihat di mockup datar, padahal pakaian dipakai di tubuh yang bergerak dan tertutup sebagian.
Yang menyablon 65 tunik ini adalah Ari Cs — drummer dan vokalis Whiplash, band thrash metal asal Yogyakarta yang namanya tercatat di Metal Archives, ensiklopedia band metal dunia. Panggung dan meja sablon terdengar seperti dua dunia yang jauh. Tapi tangan yang sama yang memegang stik drum di atas panggung, memegang rakel di atas kain orange bata — warna demi warna, sampai 65 tunik ini selesai. Ibu-ibu PKK, bagaimanapun, ibu kita semua — yang melahirkan dan membesarkan kita semua.
Setiap tunik dalam seri ini tetap terhubung ke
sistem Living Garment — jejak kecil yang menyimpan ke mana saja ia dibawa setelah hari ini.
Proses serupa juga terjadi di order-order lain yang bisa dilihat di
koleksi karya Blumbang id, dan sebagian besar dikerjakan dari titik yang sama:
sablon Klaten.