Dukuh Pingkol — Guyup Rukun RW 06
128 kaos katun combed 24s untuk warga Dukuh Pingkol, Desa Wiro, Bayat, disablon plastisol warna turkis tua.
Desainnya sendiri dari warga Dukuh Pingkol — empat tangan saling berpegangan membentuk satu lingkaran, disertai pitutur Jawa "Ambeg Utama Andhap Asor" di bagian depan dan belakang. Blumbang id hanya merapikan supaya presisi, bukan menciptakan konsepnya dari nol. Pitutur itu sendiri punya makna yang tidak sesederhana kelihatannya: boleh menjadi yang utama, tapi tetap rendah hati — nilai yang pas berdampingan dengan ilustrasi tangan-tangan yang saling menopang itu.
Ilustrasi di bagian belakang dicetak dengan diameter sekitar 25 sentimeter, dan itu memunculkan pilihan yang tidak sederhana. Kalau desainnya dibuat berongga seperti kebanyakan ilustrasi besar lain, area tangan yang seharusnya putih akan ikut warna kain turkis, membuat bentuknya jadi tidak jelas. Jadi terpaksa dicetak blok warna solid penuh. Tim Blumbang sempat mengusulkan sablon rubber sebagai alternatif — lebih ringan di kain, bisa disetrika langsung tanpa perlu dibalik. Tapi warga Pingkol tetap ingin sensasi plastisol: warna yang lebih solid, tekstur yang lebih lembut saat dipegang. Blumbang mengikuti apa yang diinginkan pemesan.
Untuk kaos yang dipakai ibu-ibu, jahitannya dikerjakan Bu Mur dengan model belah samping — supaya kaos tidak pres di pinggang saat dipakai. Detail sekecil ini jarang diminta, tapi selalu diperhatikan kalau memang dibutuhkan.
Tiga hari setelah 128 kaos ini selesai, pesanan bertambah dua pcs lagi. Screen yang dipakai untuk cetak plastisol sudah keburu dicuci bersih untuk pesanan lain. Bikin screen film baru cuma untuk dua kaos yang desainnya sudah pernah ada bisa bikin Ari Cs headbang di depan ruang cuci film — bukan headbang yang di panggung Whiplash, tapi headbang frustrasi karena kerjaan yang sebenarnya bisa dihindari. DTF jadi solusinya. Klien setuju, dua tambahan ini dicetak beda teknik dari 128 saudaranya, dan itu jadi penyelesaian paling wajar untuk situasi yang memang tidak terduga. Dua QR baru pun menyusul ditambahkan, supaya 130 kaos ini tetap punya jejak yang lengkap di
sparks — bukan cuma 128 yang datang lebih dulu.
Kalau ingin tahu lebih dalam soal cara kerja sistemnya, ada penjelasan lengkap di
apa itu Living Garment. Proses seperti ini berjalan tiap hari lewat
sablon Bayat, dari workshop yang sama.