**Lensa Borneo — Merchandise Resmi**
50 kaos katun bambu 24s anti-bakteri untuk Lensa Borneo, media dengan basis pecinta alam Kalimantan, disablon plastisol dengan warna pink di atas kaos hitam.
Desainnya sendiri datang dari tim Lensa Borneo — dikoordinasi oleh Luckman, bukan dari sketsa yang dititipkan ke Blumbang untuk diterjemahkan seperti kebanyakan order lain. Ilustrasi belakang bertema camping: gunung, jalur perjalanan, tenda — visual yang cocok dengan identitas mereka sebagai media yang lahir dari alam Kalimantan, dengan semangat yang mereka pegang: alam Borneo harus dicintai, bukan dijadikan tempat sampah.
Pemilihan katun bambu bukan kebetulan untuk merchandise semacam ini. Serat bambu punya struktur pori yang lebih rapat dibanding katun combed biasa, membuatnya menyerap keringat lebih baik dan tidak gampang berbau meski dipakai lama — relevan untuk siapa pun yang kerjanya sering di lapangan, hutan, atau menyusuri sungai Kalimantan seperti yang biasa didokumentasikan Lensa Borneo. Bahan ini juga dikenal punya daya tembus sinar UV yang lebih rendah dibanding kain lain, jadi sedikit lebih terlindung saat dipakai di bawah terik matahari terbuka. Teksturnya pun terasa lebih halus dan rata, karena rajutannya lebih rapat dari katun combed — detail kecil yang membuat katun bambu masuk kategori bahan premium, cocok untuk merchandise yang jadi representasi wajah sebuah media, bukan sekadar kaos produksi massal.
Warna hitam jadi dasar yang pas untuk ilustrasi pink itu tampil kontras dan mudah dikenali — sesuatu yang penting untuk merchandise yang dipakai bergantian oleh banyak orang di lapangan, di mana identitas visual harus tetap jelas terlihat dari jarak jauh.
Ada benang merah yang mungkin tidak banyak diketahui: sebelum ada workshop di Klaten, ada
Rumah Sablon Banjarbaru — dari sanalah kepercayaan, klien, dan pengalaman pertama terbentuk, jauh sebelum konveksi di Klaten ada. Banjarbaru bukan sekadar wilayah pengiriman bagi Blumbang ID, tapi alasan Blumbang ada. Jadi ketika Lensa Borneo, yang berbasis di tanah yang sama, mempercayakan merchandise mereka ke Blumbang, ada semacam pulang ke akar yang terjadi tanpa direncanakan.
Setiap kaos yang keluar dari Jeto membawa sistem
Living Garment Indonesia — kalau ingin tahu lebih dalam soal cara kerjanya, ada penjelasan lengkap di
apa itu Living Garment. Proses seperti ini berjalan tiap hari lewat
sablon Banjarbaru, tempat cerita Blumbang sebenarnya dimulai.