Logo emas berbentuk gunungan di dada kaos ini bukan sekadar simbol dekoratif — tiap garisnya punya arti. Inisial N dan S untuk identitas, gunungan untuk nilai dan budaya Jawa, arah ke atas untuk kemajuan dan harapan, ornamen di sekelilingnya untuk warisan yang dijaga tetap harmonis. Nawasena Sarinandi, dengan tagline "Bersatu · Berkarya · Berdampak" tersablon rapi di bawahnya.
Logo ini bermula dari referensi visual yang dibawa Karang Taruna Krosok — arah yang sudah mereka bayangkan, warna emas dan putih yang sudah mereka tentukan, filosofi yang sudah mereka susun sendiri. Betchak yang menggambar ulang semuanya jadi desain siap sablon, rapi sampai ke detail ornamen terkecil. Kolaborasi kecil seperti ini yang sering terjadi di Blumbang ID: ide dan arah datang dari pemesan, tangan yang mewujudkannya ada di Jeto.
Empat puluh kaos ini dipesan Karang Taruna Krosok, Gaden, Trucuk — dan ada alasan kenapa order ini terasa berbeda dari order biasa. Krosok adalah kampung tempat Lintang dan Yoshi tinggal, dua orang yang juga bagian dari tim Blumbang ID sendiri. Bukan proyek dari klien yang jauh, tapi kaos organisasi pemuda dari kampung halaman orang-orang yang setiap hari ikut menyablon dan mengerjakan pesanan orang lain. Kali ini gantian dikerjakan untuk kampung mereka sendiri.
Bahannya cotton combed 24s, bukan 30s yang lebih umum dipakai. Angka itu menandai ketebalan benang — makin kecil angkanya, makin tebal kainnya. 24s dipilih khusus karena kaos ini putih: bahan yang lebih tebal membuat warna dalaman tidak terlalu terlihat menerawang saat dipakai, sesuatu yang penting terutama untuk anggota karang taruna perempuan yang akan memakainya sehari-hari, bukan cuma sekali dipakai lalu disimpan.
Sablonnya plastisol, dikerjakan langsung oleh Ari Cs — yang sudah menyablon sejak 1998, jauh sebelum Blumbang ID berdiri — dibantu Noval, mahasiswa yang biasa kerja paruh waktu di Blumbang ID kalau sedang libur semester. Plastisol dipilih karena warnanya lebih solid, lebih awet, dan bisa menekan biaya produksi untuk pesanan sebanyak ini. Konsekuensinya satu — kaos ini tidak boleh disetrika langsung di atas sablon, harus dibalik dulu, tapi itu harga kecil untuk warna yang tidak gampang pudar.
Setiap kaos Nawasena Sarinandi tetap terhubung ke
Living Garment, dicatat sejak hari ini dipakai sampai ke mana pun ia dibawa nanti. Blumbang ID sendiri berbasis di
sablon Trucuk — kecamatan yang sama dengan kampung pemesannya.