Koleksi Blumbang · 2026

KAOS KELAS

34 KAOS · BLUMBANG ID
Puluhan kaos abu kebiruan MTs Muhammadiyah Trucuk Class BHEE berjejer di lantai, tulisan CLASS BHEE dan nama tiap siswa menyala terang karena bahan polyflex reflektif, nomor punggung oranye dengan efek lidah api custom untuk tiap angka
Dipesan oleh
MTs Muhammadiyah Trucuk
Bahan
Cotton Combed 30s
Tahun
2026
MTs Muhammadiyah Trucuk — CLASS BHEE

34 kaos katun combed 30s untuk Kelas B, MTs Muhammadiyah Trucuk — bukan seragam sekolah biasa, tapi identitas satu kelas yang disebut sendiri "CLASS BHEE".

Di atas kertas, ini kelihatan seperti pesanan 34 kaos yang tinggal dicetak. Kenyataannya, desain yang bikin saya geleng-geleng. Desain mentahnya sendiri datang dari usulan siswa, dan saya sengaja tidak menegosiasikan ulang atau mengarahkan ke versi yang lebih sederhana — desainnya sudah bagus, dan saya tidak ingin merusak imajinasi anak-anak yang sudah menuangkannya sendiri.

Konsekuensinya, setiap nomor punggung harus saya kerjakan sendiri-sendiri. Efek lidah api di bawah tiap angka tidak bisa ditempel generik, karena bentuknya harus mengikuti siluet nomor masing-masing — saya kerjakan lewat teknik PowerClip inside, semacam memasukkan gambar api ke dalam cetakan bentuk angka supaya apinya tidak keluar dari garis nomor. Nomor 1 dan nomor 8 bentuknya sama sekali berbeda, jadi prosesnya saya ulang dari nol untuk tiap satu dari 34 anak. Belum lagi nama di bagian depan, yang juga beda untuk setiap orang — bukan 34 desain, tapi puluhan titik kustomisasi yang harus saya cek satu per satu.

Tulisan "CLASS BHEE" yang melingkari tiap nomor, dan nama masing-masing anak di bagian depan, saya kerjakan dengan poly flex reflektif — bukan DTF reflektif, meski keduanya sama-sama bisa memantulkan cahaya. Alasannya soal konsistensi: hasil DTF reflektif sangat bergantung pada kualitas bubuk perekat yang dipakai saat proses press, dan kualitas itu bisa naik-turun tergantung materialnya. Polyflex reflektif menghindari ketidakpastian itu — warnanya langsung berasal dari lembaran vinyl itu sendiri, bukan tinta yang butuh bubuk perekat tambahan, jadi hasilnya lebih bisa saya pastikan menyala. Karena posisi tulisan itu melingkar pas di sekitar nomor yang bentuknya beda-beda tiap anak, bagian nomor yang tertutup tulisan harus dipotong dulu lewat teknik trim, memakai bentuk tulisan sebagai alat potongnya. Tulisannya sendiri saya kecilkan sekitar satu milimeter dari ukuran aslinya, antisipasi supaya saat di-press nanti material flex yang sedikit mengembang tidak melebihi lubang yang sudah dipotong.

Bagian depan kaos menampilkan tiga telapak tangan, ditemani motif zebra hitam-putih, bintang kembar, ikon gigi tersenyum, atom kecil — dan tagline yang jujur apa adanya, "sorry kelas kita mah berisik, soalnya kumpulan orang-orang asik". Bukan kalimat yang saya poles biar terdengar manis, tapi pengakuan yang malah terasa lebih jujur dari kebanyakan slogan kelas.

Setiap kaos CLASS BHEE ini tetap terhubung ke sistem Living Garment — jejak kecil yang menyimpan ke mana saja ia dibawa setelah hari ini. Proses seperti ini berjalan tiap hari lewat sablon Klaten, dari workshop yang sama.

"Detail teknis seperti ini mungkin tidak perlu kita pahami. Selama masih ada yang jualan mie ayam, hidup masih layak diperjuangkan."
— Betchak, The Problem Maker, Blumbang id
Daftar Kaos Seri Ini
CLASS BHEE-001
CLASS BHEE-002
CLASS BHEE-003
CLASS BHEE-004
CLASS BHEE-005
CLASS BHEE-006
CLASS BHEE-007
CLASS BHEE-008
CLASS BHEE-009
CLASS BHEE-010
CLASS BHEE-011
CLASS BHEE-012
CLASS BHEE-013
CLASS BHEE-014
CLASS BHEE-015
CLASS BHEE-016
CLASS BHEE-017
CLASS BHEE-018
CLASS BHEE-019
CLASS BHEE-020
CLASS BHEE-021
CLASS BHEE-022
CLASS BHEE-023
CLASS BHEE-024
CLASS BHEE-025
CLASS BHEE-026
CLASS BHEE-027
CLASS BHEE-028
CLASS BHEE-029
CLASS BHEE-030
CLASS BHEE-031
CLASS BHEE-032
CLASS BHEE-033
CLASS BHEE-034