ESFACA nangkring di dada ini, warna toska pecah di sela huruf graffiti — sablon plastisol yang bikin warnanya tetap solid meski dicuci ratusan kali. Dua puluh kaos ini dipesan untuk santri SMP IT Al Falah Cawas, Klaten, dan yang bikin serinya unik adalah nomor 01 sampai 20 di setiap kaos — satu orang, satu angka, tidak ada yang kembar. Angka "26" tetap sama di semuanya, kemungkinan penanda angkatan..
Untuk nomor urutnya kami pakai DTF, bukan plastisol — alasannya sederhana: plastisol butuh screen terpisah untuk tiap desain berbeda, sementara DTF bisa cetak 20 angka unik tanpa bikin ulang alat tiap kali ganti nomor. Trade-off-nya, DTF punya lapisan film yang sedikit lebih terasa di tangan dibanding plastisol, dan warnanya bisa terlihat sedikit lebih pudar untuk highlight sangat terang — tapi untuk detail kecil seperti angka, hasilnya tetap presisi dan tahan lama di bahan combed 30s yang dipakai di sini.
Ini juga bukan order pertama kami dari
sablon Cawas — area yang jaraknya cukup jauh dari workshop blumbang id yang berlokasi di Jeto Gaden,Trucuk tapi selalu dikerjakan dengan standar yang sama. Setiap kaos di seri ESFACA dilengkapi QR di label dalam, bagian dari
sistem Living Garment Blumbang id, jadi kaos angkatan ini bisa dicatat ke mana pun dibawa setelah lulus nanti. oh iya, di desain oleh murid-murid ESFACA sendiri, blumbang id hanya menjadi "jembatan" untuk mewujudkan desain ini menjadi sebuah karya.