**RT 11 RW 05 — eRTe Sewelas, Erwe Limo**
94 kaos katun combed 30s untuk seragam RT 11 RW 05, ditambah 6 kaos sample untuk Blumbang dan panitia — total 100 kaos disablon dalam seri ini disablon di kaos warna peach.
Semua berawal dari briefing yang diberikan customer lewat selembar kertas buku tulis bergaris. Sketsanya sederhana — dua kotak, satu ditulisi "eRTe Sewelas" untuk bagian depan, satu lagi cuma catatan singkat: "gambar gunung" dan "Erwe Limo" untuk bagian belakang. Dari coretan tangan sesederhana itu, lahirlah dua desain yang jauh melampaui apa yang tertulis di kertas.
Bagian depan jadi logo tipografi dekoratif — "eRTe" dan "Sewelas" ditulis ulang bukan sebagai angka RT 11 yang kaku, tapi dieja jadi kata yang terasa hidup, dibalut ornamen lengkung khas ukiran. Bagian belakang, instruksi "gambar gunung" diterjemahkan jadi gunungan wayang — bukan gunung biasa, tapi kayon, elemen yang di dunia pewayangan jadi penanda pembuka semesta cerita. Gunungan ini digambar gaya modern, karena warna kaos yang dipilih peach, jauh dari gelap yang biasanya jadi latar gunungan tradisional.
Gunungan setinggi 35 sentimeter itu dibuat dengan dua warna, bukan lebih. Dua warna berarti dua screen — kaos cukup naik ke meja sablon dua kali, itu yang menekan budget supaya tetap masuk anggaran RT. Desainnya sendiri juga tidak dibuat blok warna penuh, tapi diisi ornamen yang berongga. Plastisol seluas itu kalau dicetak blok solid akan terasa kaku menempel di kain. Dengan ornamen berongga, gunungan yang tersablon bisa ikut bergerak saat kaos dipakai dan tertiup angin — persis seperti gunungan asli di tangan dalang, bukan tempelan yang diam kaku.
Semua elemen ini, dari logo depan sampai gunungan belakang, baru dieksekusi setelah disetujui warga RT 11 RW 05 sendiri. Bukan desain yang diputuskan sepihak, tapi hasil yang mereka kenali sebagai milik mereka sebelum akhirnya disablon jadi 94 kaos.
Setiap kaos yang keluar dari Jeto membawa sistem
Living Garment Indonesia — kalau ingin tahu lebih dalam soal cara kerjanya, ada penjelasan lengkap di
apa itu Living Garment. Proses seperti ini berjalan tiap hari lewat
sablon Klaten, dari workshop yang sama.
"If turning chaos into order isn't art, then what is?"
— Lintang, The Go-Getter, Blumbang id