Rubber adalah tinta sablon berbahan dasar air yang dicampur partikel karet. Setelah kering, tinta membentuk lapisan lentur di permukaan kaos yang ikut melar saat kain ditarik. Karena berbasis air, sisa tintanya cukup dibersihkan dengan air.
Vendor makin jarang memakainya bukan karena kualitasnya kalah, tapi karena pengerjaannya lebih menuntut: tinta cepat kering di screen, dan warnanya lebih sulit dicampur.
Bagaimana Menyiapkan Screen untuk Sablon Rubber
Cara membuat film screen untuk rubber hampir sama dengan plastisol. Kalau ingin tahu versi lengkap Blumbang id, nanti kami buatkan artikelnya tersendiri. Yang membedakan adalah perawatan screen setelah afdruk.
Setelah afdruk selesai, jemur screen sampai benar-benar kering. Oleskan katalis penguat screen secara merata di kedua sisi, lalu bersihkan sisanya sampai tidak ada noda yang tertinggal di area gambar. Jemur lagi sampai kering. Setelah itu, cuci screen dengan sabun yang berbusa, bilas, dan jemur sekali lagi sampai kering total.
Kenapa screen harus benar-benar kering, bukan sekadar tidak basah? Tinta rubber berbahan dasar air, jadi sisa air sekecil apa pun akan ikut bercampur ke tinta saat menyablon. Tinta jadi lebih encer, dan warnanya bisa bergeser.
Screen Berapa yang Cocok untuk Tinta Rubber
Untuk desain blok warna, gunakan screen T61–T62. Untuk desain yang butuh detail, gunakan T77, tapi gesut harus cepat karena screen yang lebih rapat lebih gampang buntu.
Kenapa angka T ini sering bikin bingung kalau baca artikel luar negeri? Angka T di Indonesia dihitung per sentimeter, sedangkan artikel luar negeri memakai hitungan per inci. T61 kira-kira setara 156 mesh, dan T77 kira-kira 195 mesh. Jadi kalau membaca artikel luar yang menyebut "110 mesh tidak cocok untuk tinta berbasis air", itu kira-kira setara T43, bukan T110.
Rakel Lancip atau Rakel Bulat, Mana yang Lebih Tepat untuk Rubber
Blumbang id memakai rakel lancip. Lapisan tinta jadi tidak terlalu ngeblok, lebih cepat kering merata, dan lebih hemat tinta.
Kenapa ada yang menyarankan rakel ujung bulat justru untuk tinta berbasis air? Ujung bulat menurunkan tinta lebih banyak, jadi lapisannya lebih tebal dan warnanya lebih menutup, terutama di kaos gelap. Tinta yang turun lebih banyak juga tidak secepat itu mengering di screen. Saran ini banyak datang dari produsen tinta, dan konsekuensinya jelas: makin tebal lapisan, makin banyak tinta yang terpakai.
Jadi mana yang benar? Dua-duanya sah. Blumbang id memilih rakel lancip karena lebih hemat dan mudah matang merata, dengan konsekuensi penyablon harus bekerja cepat supaya tinta tidak keburu kering di screen. Yang penting tahu apa yang dikorbankan dari masing-masing pilihan, bukan mencari mana yang "paling benar".
Satu hal lagi yang perlu dijaga: kekentalan tinta. Tinta yang terlalu encer akan blobor, jadi kekentalannya harus terus dipantau selama proses.
Bagaimana Cara Mendapatkan Hasil Sablon Rubber yang Tebal Tanpa Mudah Rusak
Kalau ingin hasil lebih tebal, jangan menumpuk tinta sekaligus. Keringkan lapisan pertama sebentar dengan sekali lewat alat curing, lalu gesut sekali lagi. Lapisan yang asal tebal berisiko membuat sablon tidak awet.
Apakah pengeringan sekali lewat ini sudah cukup mematangkan tinta? Belum — itu hanya untuk menahan lapisan pertama, bukan mematangkan. Justru karena lapisannya lebih tebal, pengeringan akhirnya perlu lebih lama di tahap akhir.
Kenapa Sablon Rubber Makin Jarang Dipakai Vendor
Sablon rubber sekarang makin jarang dipakai vendor. Apakah ini karena kualitasnya kalah dari plastisol atau DTF? Tidak. Yang kami lihat, pasar sablon di Indonesia makin condong ke plastisol dan DTF, tapi alasannya bukan soal kualitas.
Bang Ari CS, kepala sablon Blumbang id yang menyablon sejak 1998, dulu saat masih di Jogja sering menyablon rubber untuk kaos ekspor ke Australia. Di pasar ekspor, sablon berbasis air banyak dicari karena bebas PVC, dan makin banyak pembeli ritel besar mensyaratkan kaos yang lolos uji seperti OEKO-TEX Standard 100. Rubber juga punya kelebihan lain dibanding plastisol: bisa disetrika dan lentur mengikuti gerak kain.
Lalu apa yang membuat vendor beralih? Pengerjaannya. Plastisol tidak mengering di screen, jadi penyablon bisa menggesut beberapa kali sampai rata tanpa takut screen mampet. DTF lebih praktis lagi karena tidak butuh screen sama sekali. Rubber lain cerita — di Blumbang id, sekali gesut per lapisan harus langsung rata, karena tinta cepat mengering dan screen bisa buntu. Mencampur warnanya juga lebih sulit, sementara plastisol lebih mudah menghasilkan warna yang solid.